Sabtu, 13 Agustus 2011

Analisis Perkembangan Kunjungan Kapal


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Bagi negara yang mempunyai wilayah terdiri dari pulau-pulau yang dikelilingi lautan, laut merupakan sarana transportasi yang dominan, sehingga lautan memegang peranan yang penting bagi perekonomian suatu bangsa. Dalam menciptakan transportasi laut diperlukan adanya manajemen transportasi laut yang baik, serta didukung sistem dan manajemen yang dapat mengakomodasi keberadaan sistem transportasi nasional maupun internasional, sehingga tercipota transportasi global.
Untuk mengakomodasi kepentingan transportasi laut, peranan pelabuhan sangat besar artinya bagi transportasi laut. Untuk itu pelabuhan memerlukan penanganan yang profesional karena pelabuhan merupakan persinggahan anatarmoda, yaitu darat, laut dan udara. Pelabuhan sebagai salah satu mata rantai angkutan laut yang merupakan terminal point, tempat bertemunya berbagai moda transportasi.
Peradaban manusia merupakan salah suatu proses dinamis yang mutlak adanya kondisi ini menentukan manusia dalam mengembangkan teknologi mulai dari tahap perkembangan ini berdampak menyeluruh terhadap integrasi pembangunan suatu bangsa.
Terdorong dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat serta pertumbuhan perekonomian melalui pengangkutan laut pada dewasa ini mendorong lancarnya bidang-bidang usaha yang berupaya serta mengelolah dan memproduksi suatu barang atau jasa guna memenuhi kebutuhan umat manusia maka salah satu usaha jasa dalam angkutan laut sangat penting sehingga apa yang diangkut melalui kapal bisa secepat mungkin diadakan pemasaran guna kebutuhan konsumen.
Proses pengiriman barang dari sentra-sentra produksi ke daerah konsumen yang melalui laut sebagai medianya harus mendapat penanganan serius, terutama di pelabuhan sebagai area peralihan dari transportasi darat kemudian transportasi laut atau sebaliknya. Indonesia dari segi sumber daya alamnya cukup potensial, dimana offset yang disumbangkan terhadap devisa negara cukup besar seperti hasil tambang, hasil pertanian, hasil hutan, hasil perkebunan dan hasil laut.
Untuk memotivasi terselenggaranya sistem perhubungan laut secara terpadu yang secara dasarnya meliputi 3 (tiga) sistem diantaranya :
1.    Angkutan laut
2.    Kepelabuhanan
3.    Keselamatan Maritim
Untuk penyediaan jasa kepelabuhanan difokuskan pada beberapa target diantaranya sebagai berikut :
1.    Meningkatkan performasi pelabuhan, mutu pelayanan kondisi siap pakai.
2.    Meningkatkan partisipasi pihak swasta dalam operasional maupun investasi fasilitas pelabuhan.
3.    Meningkatkan partisipasi pemeliharaan dan rehabilitasi dan rehabilitasi pelabuhan.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut maka, sebagai masalah pokok dalam penelitian ini adalah :
1.    Bagaimana perkembangan kunjungan kapal, Pelabuhan, dan Muatan Kapal Laut dalam 5 tahun terakhir pada 4 pelabuhan utama di Indonesia.
2.    Bagaimana Pelayanan Kunjungan kapal, pelabuhan dan Muatan Kapal Laut dalam 5 tahun terakhir pada 4 pelabuhan utama di Indonesia.
C.   Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut:
a.    Untuk mengetahui perkembangan kunjungan kapal, pelabuhan, dan Muatan Kapal laut dalam 5 tahun terakhir pada 4 pelabuhan utama di Indonesia
b.    Untuk mengetahui pelayanan kunjungan kapal, pelabuhan, dan Muatan Kapal laut dalam 5 tahun terakhir pada 4 pelabuhan utama di Indonesia
2.    Kegunaan Penelitian
a.    Sebagai bahan informasi bagi pemerintah yang berwenang khususnya Direktorrat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorrat Perkapalan dan Pelayaran.
b.    Sebagai bahan masukan bagi pengelola dan Pemerintah dalam menjalin kerjasama dan koordinasi yang terpadu guna untuk meningkatkan pelayanan terhadap pengguna jasa pelabuhan yang akan sangat menentukan arah pengembangan pelabuhan dimasa yang akan datang.

D.   Manfaat Penelitian
Berdasarkan dari tujuan tersebut diatas maka manfaat yang dapat diperoleh penelitian ini adalah:
1.    Sebagai bahan masukan untuk Departemen Perhubungan mengenai perkembangan kunjungan kapal, pelabuhan, dan angkutan laut dalam 5 tahun terakhir pada 4 pelabuhan utama di Indonesia
2.    Sebagai bahan masukan atau perbandingan bagi  4 pelabuhan utama di Indonesia.untuk lebih meningkatkan kunjungan kapal, dan angkutan laut serta pengembangan pelabuhan..
3.    Sebagai bahan referensi mata kuliah Ketatalaksanan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan pada Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
 
http://www.ziddu.com/download/16038185/BAB1.docx.html

Kebutuhan Crew Kapal Niaga Di Indonesia


BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Benua Maritim Indonesia adalah hasil perjuangan bangsa Indonesia melawan segala pihak yang tidak mau melihat bangsa Indonesia yang merdeka dan bersatu di Kepulauan Nusantara yang merupakan satu keutuhan geografis.
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terletak di Asia Tenggara, berada di posisi sangat strategis (menjadi incaran negara imperialisme – kapaitalisme) di antara benua Asia dan Australia serta antara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia, yang terdiri dari 17.504 pulau, Luas total wilayah Indonesia yang 7.9 juta km2 terdiri dari 1.8 juta km2 daratan, 3.2 juta km2 laut teritorial dan 2.9 juta km2  perairan ZEE. Wilayah perairan 6.1 juta km tersebut adalah 77% dari seluruh luas Indonesia, dengan kata lain luas laut Indonesia adalah tiga kali luas daratannya.  Indonesia telah meratifikasi UNCLOS 1982 sebagai langkah untuk mempertahankan kedaulatannya, mengingat Indonesia memiliki wilayah perairan yang sangat luas. Dampak dari meratifikasi UNCLOS 1982  menimbulkan  berbagai Hak dan Kewajiban Indonesia sebagai negara kepulauan.
Data tahun 2007 menunjukkan, kapasitas share armada nasional terhadap angkutan luar negeri yang mencapai 345 juta ton hanya mencapai 5,6 persen. Adapun share armada nasional terhadap angkutan dalam negeri yang mencapai 170 juta ton hanya mencapai 56,4 persen. Kondisi semacam ini tentu sangat mengkhawatirkan terutama dalam menghadapi era perdagangan bebas.
Maka, pelayaran yang terdiri atas angkutan laut di perairan, kepelabuhanan, keselamatan dan keamanan pelayaran dan perlindungan lingkungan maritime, merupakan bagian dari sistem transportasi Nasional yang harus dikembangkan potensi dan peranannya untuk sistem transportasi yang efektif dan efisien yang didukung oleh pengawakan kapal yang handal.
Bahwa untuk menjamin keselamatan pelayaran sebagai penunjang kelancaran lalu lintas kapal di laut, diperlukan adanya, awak kapal yang berkeahlian, berkemampuan dan terampil, dengan demikian setiap kapal yang akan berlayar harus diawaki dengan awak kapal yang cukup dan cakap untuk melakukan tugas di atas kapal sesuai dengan jabatannya dengan mempertimbangkan besaran kapal, tata susunan kapal dan daerah pelayaran.


Kebutuhan awak kapal di masa mendatang diprediksi akan semakin meningkat seiring pertumbuhan industri pelayaran. Di dunia pertumbuhan industri pelayaran ini tidak sebanding dengan peningkatan awak kapal, sehingga diperlukan awak kapal dari negara-negara lain.
Maka dari itu, Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar sebagai salah satu lembaga yang mendidik pelaut-pelaut dan Ahli ketatalaksanaan angkutan laut dan kepelabuhanan yang handal di Indonesia sangat potensial sebagai pengsuplai awak kapal di dalam maupun luar negeri.
B.   Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut di atas maka, sebagai rumusan masalah pokok penelitian ini adalah :
1.    Berapa besar pertumbuhan jumlah Awak Kapal Niaga di Indonesia sesuai GT dan HP / KW
2.    Bagaimana kebutuhan awak kapal niaga di Indonesia untuk 5 (lima) tahun kedepan dan 10 (sepuluh) tahun kedepan
C.   Tujuan Penelitin
1.    Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.    Untuk mengetahui berapa besar pertumbuhan jumlah Awak kapal niaga di Indonesia sesuai GT dan HP / KW
b.    Untuk mengetahui perkembangan jumlah kebutuhan awak kapal niaga di Indonesia untuk 5 (lima) tahun kedepan dan 10 (sepuluh) tahun kedepan.
2.    Kegunaan Penelitian
a.    Sebagai bahan informasi bagi pemerintah yang berwenang khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dan Direktorrat Perkapalan dan Pelayaran.
b.    Sebagai bahan masukan bagi Lembaga pendidikan kepelautan untuk menghasilkan pelaut yang berkopetensi sesuai kebutuhan awak kapal 5 (lima) tahun dan 10 (sepuluh) tahun kedepan.
D.   Manfaat Penelitian
Berdasarkan dari tujuan tersebut di atas maka manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah:
1.    Sebagai bahan referensi mata kuliah Ketatalaksanan Angkutan Laut dan Kepelabuhanan pada Politeknik Ilmu Pelayaran Makassar
2.    Sebagai bahan masukan bagi Politeknik Ilmu pelayaran dalam hal potensi kebutuhan pengawakan kapal di Indonesia.




E.     Kerangka Pikir
 NKRI
Benua Maritim

PEREKONOMIAN INDONESIA
PERDAGANGAN DI INDONESIA
 








TRANSPORTASI LAUT DALAM NEGERI
                                                     
KAPAL NIAGA DI INDONESIA
PENGAWAKAN KAPAL
(ABK DECK)
LAMBUNG KAPAL F (GT)
(ABK MESIN)
HP/KW/LISTRIK F (HP/KW)
KEBUTUHAN AWAK
 KAPAL NIAGA